Pembagian karakter generasi berdasarkan kesamaan rentang waktu kelahiran menjelaskan bahwa generasi muda semakin akrab dengan internet.
Semakin muda suatu generasi, semakin dalam pula mereka menggunakan internet dalam berbagai keperluan sehari-hari. Generasi X dikenal sebagai digital immigrant, atau orang-orang yang beradaptasi terhadap penggunaan internet dan cenderung lebih selektif. Sedangkan generasi dibawahnya, yaitu generasi Y dikenal sebagai digital native, atau generasi yang sudah terbiasa menggunakan internet sejak kecil. Terakhir, ada pula generasi Z atau Net Generation, yaitu mereka yang sudah akrab dengan internet dalam berbagai fungsi dan dengan alat komunikasi yang beragam.
Generasi dengena karakteristik perilaku yang sangat bergantung dengan internet juga diperkenalkan oleh pakar marketing AS, Dan Pankraz, sebagai Generasi C. Generasi C adalah siapa pun yang gaya hidupnya sangat dipengaruhi oleh dunia digital. “C” dalam hal ini merujuk pada kata content, connected, co-creation, digital creative, customize, curiosity, dan cyborg. Kata-kat aitu adalah gambaran khas generasi C. Generasi dengan gaya hidup yang sangat bergantung dengan internetini mudah menyerap inovasi-inovasi baru dari pada pendiri startup. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap perubahan gaya hidup, khususnya yang dilakukan oleh kelompok sebaya mereka.
Generasi C tidak canggung menggunakan internet untuk menyelesaikan kebutuhan sehari-hari mereka, seperti membeli barang, mencari pekerjaan, mempresentasikan curiculum vitae, check-in di sebuah lokasi, memamerkan foto makanannya, atau menuliskan status terbarunya. Tanpa disadari, generasi ini telah membantu para inovator dan pelaku bisnis mengembangkan layanan-layanan baru, yang dikemudian hari dapat mendorong perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta menyelesaikan masalah sehari-hari, atau apa pun juga yang sifatnya mengarah pada perbaikan yang lebih baik.
0 comments:
Post a Comment