Searching...
Monday, December 30, 2013

Infrastruktur dan teknologi yang semakin maju

Perkembangan infrastruktur dan teknologi mendorong aktivitas para pelaku industri digital dan disaat yang sama juga memengaruhi budaya masyarakat. Akses internet broadband terus dikembangkan, meskipun larinya belum sekencang akses di negara-negara lain.


Penetrasi penggunaan internet oleh penduduk Indonesia juga semakin luas. Ditambah lagi, penggunaan komputer dan alat komunikasi secara massal membuat pasar semakin terbuka terhadap inovasi baru. Kesiapan pasar juga penting agar startup rintisan mempunyai jumlah pengguna yang cukup agar bisa memonetisasi layanannya.

Saat ini, Indonesia baru mulai masuk ke era layanan internet 4G. Ketika buku ini ditulis, baru ada satu operator layananan WiMax (Worldwide Interoperability for MicrowaveAccess) di Indonesia, yakni Sitra WiMax. Di sisi lain, para perator CDMA (Code Division Multiple Access) juga mulai mengadopsi teknologi EVDO (Evolution-Data Optimized) Rev-B. Seiring dengan semakin besarnya investasi industri telekomunikasi untuk pengembangan layanan internet berkecepatan tinggi, dipastikan jumlah para pelaku industri digital serta para pengguna layanan digital akan semakin bertambah.

Sebagai gambaran, populasi penduduk Indonesia pada 2011 telah melebihi 240juta orang atau mendekati seperempat miliar orang. Menurut survei lembaga riset MarkPlus Insight, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 55 juta orang pada 2011. Untuk mendapatkan data tersebut, MarkPlus Insight melakukan survei sejak Agustus-September 2011 di beberapa kota yakni Jakarta, Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Surabaya, Banding, Semarang, Medan, Masar, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, dan Banjarmasin. Survei melibatkan 2.161 responden berusia 15-64 tahun, yang menggunakan internet lebih dari tiga jam per hari.

Jika pada tahun 2010 lalu, rata-rata penetrasi penggunaan internet di perkotaan masih 30-35 persen, pada tahun 2011 MarkPlus Insight mencatat angkatanya berkisar 40-45 persen. Hasil survei itu juga menunjukkan sebanyak 80 persen pengguna internet berusia diantara 15-30 tahun.


Menurut survei itu pula, pengguna mobile internet di dalam negeri telah mengalami meningkat hingga 57 persen dari total pengguna internet. Jumlah pengguna mobile internet itu menurut data dari MarkPlus Insight sebanyak 29 juta pengguna. Riset ini pun menyatakan bahwa jumlah pengakses mobile internet meningkat hampir 100 persen dibandingkan 16 juta pengguna pada tahun 2010, dikarenakan harga gadget dan layanan paket internet mobile di Indonesia semakin terjangkau.

0 comments:

Post a Comment

 
Back to top!